[Review Buku] Cerita Ajaib - De Eka Putrakha

Mengajarkan Ahlaq Anak Melalui Cerita
Judul Buku : Cerita Ajaib 
Nama Pengarang : De Eka Putrakha
Penerbit : PT. Leutika Nouvalitera
Jumlah Halaman :  viiin + 78 hlm,; 13 x 19 cm
Tahun Terbit : 2015

Menulis merupakan salah satu cara seseorang untuk mengungkapkan isi hatinya atau suatu gagasan terhadap suatu keadaan. Mungkin, kalimat inilah yang digunakan oleh De Eka Putrakha saat mengarang beberapa cerita pendek dalam bukunya yang berjudul “Cerita Ajaib”. De Eka Putrakha ini sudah menyukai dunia menulis saat dirinya duduk di bangku sekolah. Karya-karya dia pun sudah tidak diragukan lagi, karena sebelum dia membuat buku ini, beberapa karyanya sudah sering memenangi beberapa event menulis, dan di muat di berbagai buku kumpulan antologi cerpen. Dalam buku kumpulan cerpen Cerita Ajaib ini, penulis mengangkat cerita untuk anak-anak. Kenapa dipilih anak-anak ? karena jika kita melihat anak-anak di jaman sekarang mereka sering kali menerapkan gaya hidup orang dewasa dan terkesan tidak sesuai dengan umurnya. Selain itu, penulis berkeinginan dapat memberikan inspirasi dan motivasi terhadap banyak orang.

Keinginan Arif adalah salah satu judul cerpen yang menurut saya paling menarik pada buku ini. Ceritanya menyajikan alur yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Yaitu mengisahkan perbandingan keluarga yang berada dalam penilaian finansial yang cukup dengan keluarga yang kurang. Dikisahkan bahwa peran utama dalam cerita ini, yaitu Arif adalah seorang anak yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan berteman dengan Doni yang hanya seorang anak nelayan. Dalam kisah ini pun dijelaskan sedikit tentang fenomena kesenjangan sosial yang dapat menimbulkan kasus-kasus sosial seperti Arif yang awalnya dilarang oleh ibunya berteman dengan Doni. Namun, karena kegigihannya yang menunjukan bawa Arif memang mempunyai niat tulus dalam membantu temannya, akhirnya ibu Arif pun setuju dan ingin membantu keluarga Doni dari kemiskinannya. 

Selain cerpen Keinginan Arif, dalam buku antologi cerita ajaib ini pun memuat empat belas cerpen dengan kategori fabel, dongeng, dan legenda. Misalnya saja dalam cerpen yang berjudul Cili. Menceritakan tentang asal muasal tanaman cabai dengan menghadirkan sebuah konflik sebab akibat dari kesombongan seseorang. Ataupun cerpen dengan kategori fabel tumbuhan yang berjudul “Atuz, Si Kaktus Penyabar”, mengisahkan antara persahabatan kaktus dengan bunga mawar yang indah. Alur cerita dari fabel ini sangat menarik dan ringan, karena dapat mengajarkan kepada anak bahwa manusia yang baik itu haruslah mempunyai kesabaran dan bisa berbuat baik kepada semua orang. Hikmah yang dapat diambil pun yaitu walaupun kita mempunyai kelebihan tertentu namun tetap harus disikapi dengan rendah hati dan membuang sifat sombong. Karena apa yang kita miliki saat ini belum tentu akan selamanya menjadi milik kita. 

Dalam penulisan cerpen-cerpen nya, De Eka Putrakha menghadirkan cerita-cerita dengan alur yang sederhana dan cocok sekali di bacakan kepada anak-anak. Pesan moral yang dihadirkan dalam beberapa cerpen ini pun sangat baik untuk masa kembang anak karena mengisahkan kisah yang inspiratif seperti dalam cerpen “Cerita Ajaib” mengajak anak-anak agar gemar membaca buku, dan dalam cerpen dengan kategori dongeng dan fabel cerita yang disajikan dapat membantu menghadirkan daya imajinasi seorang anak untuk berpikir tentang sebuah fenomena. Namun dalam cerpen “Rahasia Gedung Tua dan Cristho dan Harmonika Hijau” alur dan konflik cerita yang disajikan kurang menarik, menurut saya perpindahan konfliknya terlalu cepat padahal jika lebih dibuat teka-teki lagi, pembaca akan merasa penasaran dan menjadi lebih menarik seperti kisah-kisah seorang detektif. Selain itu pesan moral dalam cerita-ceritanya pun hampir semuanya sama, yaitu tentang kesabaran, kepedulian terhadap sesama, dan rendah hati. Menurut saya, mungkin penulis dapat menghadirkan pesan moral tentang bagaimana seharusnya masa kanak-kanak dilalui, seperti mengangkat kisah permainan-permainan tradisional yang dapat merangsang saraf motorik seorang anak, dan juga anak dapat bersosialisasi dengan teman-temannya tau hal-hal lain yang sekarang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak.

Masa anak-anak adalah masa yang paling menyenangkan. Anak-anak harus tumbuh dengan segala pengetahuan baik dan buruknya agar dapat menentukan cita-cita untuk masa depan. Mengajarkan seorang anak memang terkadang lebih sulit daripada mengajarkan orang dewasa yang sudah mengerti, namun jika anak-anak mengerti apa yang di ajarkannya pelajaran itu akan menjadi bekal dan akan terus diingat hingga ia dewasa. Ada banyak sekali cara untuk mengajarkan anak- anak, diantaranya kita dapat mengajarkan secara langsung dengan memberi ia contoh dan cara lain yang lebih mengasyikan kita dapat mencoba melalui berbagai cerita yang baik dan sederhana. Buku kumpulan cerpen dari De Eka Putrakha ini, dapat menjadi salah satu media untuk memberitahukan perilaku apa yang harus dipunyai seorang anak. 

Komentar

Postingan Populer