Ujung Rindu
(Ilustrasi gambar: internet)
-BERCERITA-
Hari minggu, saat orang-orang asik dengan hari libur mereka. Aku malah menguras otak kerdil ku untuk memikirkan orang yang tidak tau keberadaannya. Gila Led. Lebih baik ngobrol bersama alien saja padahal. Atau menghapal bahan sidang akhir rasanya lebih berfaedah.
Ah malam ini menyebalkan tiba-tiba saja gelisah datang. Atau takut. Benar-benar takut. Untuk dia yang belum bisa kupastikan akhirnya akan berbuah manis atau berujung menjadi asing aku terlalu takut untuk bertanya tentang kepastian. Dan ini sudah malam. Tapi tak ada satu pun yang bisa ku perbuat. Aku memang wanita pemalu tapi terkadang menjadi tak tau diri jika sudah ketakutan. Takut ditinggalkan, takut dibohongi, takut di asingkan, takut, takut dan takut. Namun tetap saja tak tau diri ku hanya berujung pada kertas kosong atau diatas lembar-lembar ms.word sambil duduk diatas kasur lapuk menarikan jemari untuk mengungkapkan segala keresahan "kenapa tak berani telepon saja daripada melukai diri sendiri lagi."
Memang tak tau malu ya jika sudah berbicara tentang perasaan. Seharusnya aku bisa sadar diri. Untuk perempuan upik abu seperti ku rasanya memang pantas dengan penantian dan pengharapan yang tiada ujungnya. Duduk-duduk manis dipinggiran, mengumbar senyum, dan jangan lupa berterimakasih saja karena itu hebat sudah ada yang mau juga. oke fix "makasih bung !".
T A P I bintang di laut pun bebas bermimpi bukan jika hidupnya bisa berjajar bersama bintang diangkasa ? atau lebih pantas ungkapan "bagai pungguk merindukan bulan ?"
Malam ini kantuk benar-benar tak kunjung datang. Sudah kupejamkan mata berkali-kali tapi yang hadir tetap ingatan tentang dia. Sepertinya jika disampingku ada hantu pasti mereka sudah terkehkeh geli menertawakan segala keresahanku. Dipermainkan oleh perasaan sendiri. Menyebalkan memang ketika sedang mengingat seseorang yang sedari pagi berkabarnya dengan orang lain. Kupikir perasaan ku telah sampai pada batasnya. Malam-malam begini yang ku ingin hanya mengobrol dengan dia. Buka hand phone, ketik namanya. eh tetetettttttt disebelah HP ku berdering:
"Hey "
Iya
"Kamu lagi apa"
Lagi diem
"Tau gak aku rindu"
Sama
"Kamu lagi sehat kan"
Tentu
"Syukur deh. Seneng"
Aku juga seneng
Dan bla bla bla bla bla bla bla bla.
Aduh celaka ! Ledia benar-bebar sudah gila. Ini yang kesekian kalinya ngehayal ngechat dia. Padahal enggak.
Sekian ah malam ini. Untuk kegelisah ayo tidur. Kenapa sulit sekali menidurkan mu. Malam-malam nulis tentang cinta. Biarin karena ini aku si perempuan dengan otak kerdil. Terimakasih.
Salam manis !
Ledia



Komentar
Posting Komentar