Berani Nulis !




(Sumber gambar: internet) 

“kamu emang mau jadi penulis ?”
“blog itu kan buat para penulis apalagi kalo kontennya tulisan-tulisan kaya puisi”
“emang isi blog kamu apa ?”
“so so an lu, paling curhatan doang isinya”
“ah lu mah paling ketularan penulis yang baperan doang”
“cieee yang suka nulis, semangat ya”
“bikin buku atuh coba kirim-kirimin ke penerbit-penerbit indie”

Hehehe.. itulah beberapa contoh unkapan yang biasanya aku dapet kalo ada orang yang liat alamat blog aku di bio sosial media. Responnya diimulai dari yang bercanda tapi kadang bikin sakit hati (wkwk slow ya kaka) sampe yang ngasih semangat. makasih loh. muachh...

Tulisan ini aku bikin untuk orang-orang yang engga sengaja mampir ke blog aku atau yang kepo dan sering nanya, "kamu mau jadi penulis ?". hehe peace

Menulis, kalo berbicara tentang menulis pasti yang terbayang sama kita para pengarang buku kan, atau para penyair atau jurnalis dan pokoknya orang-orang pinter gitu. bener gak ? .
Tapi kalo kata aku, menulis itu suatu kegiatan yang bisa dilakukan oleh setiap orang dengan berbagai latar belakang pendidikan apapun yang pentingnya nih, dia mempunyai keinginan untuk menyampaikan sesuatu baik itu informasi ataupun hanya curahan hati. (wow aku bisa seserius ini. wkwk).

Awal aku suka nulis, dimulai dari bangku SD. Awalnya aku suka sekali membaca cerita bersambung di majalah Bobo. Tapi, aku suka kesel kalo nemuin akhir cerita cerpenya gak sesuai sama yang aku aku mau. alhasil nih, aku tulis akhir cerita yang aku mau itu dibuku. (ya jadinya ku ngarang sendiri. hehe). Dari mulai sejak itu, dengan bahasa yang acak-acakan (sekarang juga kosa kata aku masih acak-acakan ya) aku nulis yang aku mau.

Ketertarikan aku untuk menulis, berlanjut dan mulai suka banget waktu kelas 5 SD. Aku pernah disuruh ikut lomba baca puisi. Dengan puisi pertama yang aku baca dari Chairil Anwar yang berjudul Aku. Nah, dimulai dari sini juga aku mulai tertarik dengan puisi. Mulailah  nyari-nyari pujangga terkenal di Indonesia.
“karena bagiku, puisi adalah kata sandi. Hanya orang yang membuatnyalah yang tau arti dari puisi yang dibuatnya”

Pada Zaman SMP, aku mulai masuk pada salah satu komunitas Bahasa Indonesia. Dengan 2 orang pembimbing guru bahasa Indonesia di salah satu SMP negeri di Kabupaten Bandung. Disini ada berbagai pilihan yang kita mau, mulai dari teater, bercerita, nulis puisi, nulis cerpen, artikel dan pidato. Banyak sekali ilmu dan bimbingan yang sangat memotivasi aku untuk terus menulis dengan tema berbagai hal. Karena yang aku ingat, pembimbing aku pernah bilang; “Untuk mulai nulis itu jangan dipikirkan temanya apa, atau takut jelek. Tapi mulailah ambil pulpen dan kertas. Apapun yang kau tulis jangan pernah kau hapus. Pokoknya tulis saja” kira-kira begitu ucapannya.  

Dulu juga, waktu jaman sekolah, aku seneng banget kalo ditunjuk jadi perwakilan buat ikut lomba-lomba nulis. Pernah nih jaman dulu aku nangis gara-gara kalah tapi semenjak SMA mulai sadar, tujuan aku suka pada menulis itu ya hanya ingin berbagi perasaan apa yang sedang aku pikirkan apalagi terhadap puisi; “aku selalu jatuh cinta dengan kata-kata indah ataupun puisi perlawanan”. 

Menurut aku, menulis itu bisa menjadi obat bagi seseorang. Karena banyak karya tulis terkenal yang lahir dari rasa sakit. Entah itu sakit karena cinta ataupun karena lelah dengan alur kehidupan. Ya, setiap orang punya rasa sakitnya masing-masing. Dan satu hal lain yang ingin aku sampaikan pada tulisan ini, aku itu lebih memilih menjadi perempuan yang melankolis yang senang menghabiskan waktu berjam-jam dikamar tua dengan semua imajinasi yang aku punya, dengan segala keresahan hati yang ingin aku bagi pada kertas-kertas lusuh. Jika bagi perempuan lain itu hal yang membosankan, tak apa. Sangat tak apa. Karena ini jalan kesukaan ku. Dan memang, untuk blog ini isinya bakal random banget. Tidak akan aku atur seperti blog milik orang lain yang sangat rapih dengan konten-konten yang sudah terpikirkan secara matang. Sekali lagi, blog ku ini akan aku jadikan sebagai media penyampaian rasa saja, tentang semua yang ingin aku tulis. Jadi, kalo ada yang nanya lagi “emang kamu mau jadi penulis ?” jawabanya; “BUKAN. Karena aku hanya ingin menyampaikan rasa saja dan lebih jauhnya lagi aku hanya sekedar penikmat aksara".

Udah ahhhhhhhh... sekian. Semoga ada juga yang termotivasi buat nulis. Jangan takut untuk memulai menulis. Tulislah hal-hal kecil yang menurut mu menarik atau penting karena bisa jadi, esok lusa itu akan sangat bermanfaat untuk orang lain ataupun untuk diri sendiri sebagai pengingat.

Dadahhhhhhh
Salam manis !
Ledia.

Komentar

Postingan Populer