BERCERMIN
Hai, aku muncul kembali dengan curhatan receh tentang usia kepala dua. Menginjak seperempat abad hidup di dunia ternyata melelahkan juga ya. Dulu aku pikir menjadi dewasa sangatlah menyenangkan. Bisa memilih apa saja tanpa perlu merengek meminta izin orang tua. Nyatanya tidak semudah itu perguso, haha.
Rasanya memasuki usia kepala dua memang harus lebih sering berdialog dengan diri sendiri. Melepaskan diri dari lebel "remaja" dan belajar untuk menghidupi diri sendiri sangat tidak mudah. Terlebih di zaman sekarang banyak hal yang bisa membuat keadaan baik pun seolah menjadi tidak. Contohnya pengaruh media sosial yang membuat pencapaian terasa selalu kurang, istilahnya rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Namun sudah tau begitu masih saja ketagihan berselancar, membuka satu persatu status teman hingga selalu insecure melihat foto glowing yang bertebaran disepanjang beranda. Ah. Padahal Tuhan menciptakan setiap manusia dengan keunikannya masing-masing, begitu pun jalan hidupnya. Karena kita tidak akan tau terang jika belum melihat gelap.
Rancaekek, 9 September 2020



Komentar
Posting Komentar