Perayaan Tanpa Kembang Api
"hingga kau lelah menanti, hingga kau lelah menangis".
(Lirik lagu dari band Peterpan - Sally Sendiri)
halo, malam ini aku akan mengoceh lagi, izin yang punya alam, boleh ?.
Bagi kebanyakan orang malam ini adalah malam perayaan tahun baru yang dimana dijadikan momen untuk berkumpul dengan keluarga, memenuhi jalanan sambil meniup terompet, atau asik pergi kedataran tinggi hanya untuk melihat langit malam yang semarak karena kembang api. Tapi bagiku dimalam penuh perayaan ini selalu menjadi malam panjang yang membosankan dan bising. Engkau bayangkan saja seorang anak tunggal, ke dua orang tua ku tidak suka merayakan apapun jadi disetiap malam perayaan rasanya tambah sepi karena melihat orang ramai-ramai bisa berkumpul.
Dari itu pula aku sangat jatuh cinta saat mendengar lagunya Peterpan - Sally Sendiri, lirik lagunya seperti sindiran untuk diri sendiri, namun aku masih punya harapan agar dikemudian hari mempunyai patner yang mau nemenin nonton konser di laptop ataupun sekedar nonton film bareng. Bohong deng, kalau diberi rezeki punya anak akan ku buat pesta seperti tetangga sebelah "yu kita bakar-bakar, bakar ban sekalian". hihi penuh ujaran kebencian ya.
Langit malam ku tak pernah semarak sayang,
Perayaan tanpa kembang api sudah biasa
Duduk termenung didepan televisi atau laptop itu keharusan
Mendengarkan alunan lagu-lagu yang mengantarkan kita pada memori yang lalu
Sudah sejauh apa aku berjalan ?.
Atau hanya diam mengulum kelopak bunga layu sambil menguping orang tertawa dari rumah sebelah.
Menangkap takdir bahwa yang tunggal harus serba mampu,
Begitupun dengan mengolah berbagai rasa
Tertampar dengan kebersamaan, tertampar tak pernah ada uluran tangan, dan menampar diri bahwa kaki ku harus menjadi yang paling kuat.
Langit malam ku tak pernah semarak sayang,
Dipayungi warna pekatnya; satu titik cahaya pun bisa jadi sangat terang.
Ngoceh ku akhiri, selamat malam. Semoga esok kita semua mendapat berkah 💛
Salam manis,
Ledia



Komentar
Posting Komentar