Pengalaman Mengikuti TPND 9 - Refleksi

 Semangat Bertumbuh 

(doc.pribadi)
Ini adalah kisah tentang pengalaman pertama mengikuti acara "Temu Pendidik Nusantara ke - 9" di kota Bandung". TPN sendiri merupakan pertemuan tahunan yang di usung oleh Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal. Ketertarikan saya untuk mengikuti acara ini karena melihat berbagai testimoni dan refleksi guru-guru yang menulis di media sosial. oke kita bahas satu persatu keseruan TPND 9 yang saya ikuti.

TPN yang saya ikuti berlokasi di JL. Malabar tempatnya di SD Gagas Ceria kota Bandung. Kegiatan di mulai dengan registrasi ulang peserta dan pembukaan yang dilaksanakan di perpustakaan sekolah tersebut. Dari acara pertama saya sudah melihat antusias para peserta dan panitianya dengan bersama-sama meneriakan jargon; aku siap belajar. Dan juga ada satu tagline yang menjadikan tambah semangat yaitu #belajar sepanjang hayat. Iya, kalimat ini tidak hanya berlaku bagi para pendidik namun sebagai manusia kita memang harus terus belajar karena perubahan zaman dan juga agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kelas Literasi
(doc.pribadi)

Kelas kompetensi pertama yang saya ikuti yaitu kelas literasi. Kelas ini di isi oleh dua orang pemateri yaitu Bu Iin (Guru dari SD Gagas Ceria) dan Bu Ella (Dari Komunitas Guru Belajar). Hal yang saya sukai dari kelas ini, kita di ajak berdiskusi apa itu literasi dan juga membuka pandangan saya bahwa literasi bukan tentang membaca buku, atau seberapa suka anda terhadap huruf-huruf. Namun literasi adalah suatu cara untuk bisa menyelesaikan masalah dan berfikir secara sistematis. 

Ketika berada pada kelas ini, saya merasa menjadi sangat kecil karena ternyata masih banyak hal yang harus saya ketahui. Keseruan lainnya pun para pemateri memberikan contoh bagaimana kelas literasi yang ia jalankan di sekolahnya masing-masing.

Kelas Praktik Baik
Kelas ke dua aku sebut saja kelas praktik baik, kenapa ?. Karena hal-hal yang disampaikan pemateri adalah mengajak para tenaga pendidik untuk lebih memperhatikan karakter siswa daripada konten. Karena sering kali kita terfokus pada materi padahal karakter siswa lebih penting untuk ditumbuhkan. Dari kelas ini, materi yang saya dapat :
1. Untuk menumbuhkan nilai-nilai / karakter perlu adanya jadwal rutin yang istiqomah.
2. Kita bisa melibatkan seluruh warga sekolah agar pelajaran tidak membosankan tentunya dengan izin dan kompromi.

Kelas Assesment Diagnosiss
Kelas terakhir nih gaes, assesment diagnosiss kelas ini seru sekali karena bagi para pendidik penilaian tentang siswa merupakan pondasi awal bagaimana ia membuat media pembelajaran. Bagaiaman seorang guru ingin mengakui semua kecerdasaan yang di miliki seorang siswanya. Tidak harus selalu dalam akademik. Dan ilmu yang saya dapatkan ternyata menilai kecerdasaan atau minat anak itu bukan melalui soal tes berbagai mata pelajaran tapi dari pertanyaan-pertanyaan pribadi seperti; makanan favorite, hobby, dan kedekatan antar keluarga. Dari pertanyaan itu memungkinkan kita bisa membuat gaya belajar jadi sesuai dengan siswa dan tidak menekan pihak manapun.

Pengalaman saya mengikuti TPND ke 9 ini menajdikan saya meyakini bahwa siswa ialah manusia untuh yang mempunyai bakat dan minatnya sendiri. Guru hanya sebagai fasilitator. Untuk itu, mari terus semangat belajar dan tidak egois ketika berada di dalam kelas. Keseruan lainnya pun kamu bisa mendapatkan relasi dan juga sharing hal-hal yang menjadi keresahan kamu di kelas karena ternyata banyak hal sulit yang sama pernah di lalui.

(doc.pribadi)


Bagi saya mengajar itu adalah cara saya agar tidak bosan untuk belajar sampai akhir hayat.



Komentar

Postingan Populer