Menelusup Sepi di antara Barisan Aksara: Kineruku Cafe
Hi, aku menyapa kembali setelah merasa di luar sana dunia bergerak terlalu cepat. Namun saat memasuki pagar ini, waktu ku seolah memilih untuk melambat. Aroma kertas tua dan seduhan kopi lemon yang pekat menyambutku layaknya pelukan kawan lama yang saling merindukan.
Melihat barisan aksara tua yang tersusun rapih pada rak-rak
kayu itu rasanya seperti aku membiarkan diriku menelusup ke dalam sepi. Dan
sorot lampu temaram yang menggantung di setiap sudut ruangan membuat ku merasa
bahwa ternyata kesunyian punya suara yang lebih hangat daripada bising obrolan
yang hanya menyajikan basa-basi belaka. Atau gesekan suara sepatu yang
melangkah terdengar lebih merdu di tengah keheningan Kineruku; Si Kafe Buku.
Aku memilih membawa satu buku yang pernah ku baca yaitu Dunia
Sophie. Aku merasa jika tokoh utama dalam buku bertanya tentang “darimanakah
dunia ini berasal ?”. Aku pun ingin bertanya “sampai kapan dunia ini berputar ?”.
Pertanyaan menyebalkan yang selalu muncul di kepala perempuan penghujung usia
20 han ini. Waktu terus berjalan dengan tenang, sesekali ku teguk kopi lemon
yang menurut ku cocok sekali sebagai teman membaca kali ini ditambah aku
memesan makanan nasi ayam lada hitam yang rasanya tidak kalah lezat.
Di akhir bacaan, aku menyadari bahwa ketika kita perlu “menyepi”
itu bukanlah suatu kekalahan; melainkan ruang yang kita butuhkan untuk
mendengar suara hati sendiri. Sudah ah sampai jumpa kembali di sela-sela
halaman berikutnya.
Ledia, 28 Maret 2026
Lokasi :
Kineruku Jl. Hegarmanah 52 Bandung – Jawa Barat
Jam Buka : 11.30
– 17.30 WIB (Senin Libur)
Kineruku; memori baik akan ku selipkan pada satu kertas di
halaman buku mu.









Komentar
Posting Komentar